CAGAR BUDAYA BALI : Menggali Kearifan Lokal dan Model Pelestariannya

Laksmi, A.A. Rai Sita and Mardika, I Made and Sudrama, Ketut (2011) CAGAR BUDAYA BALI : Menggali Kearifan Lokal dan Model Pelestariannya. Udayana University Press, Denpasar, Indonesia. ISBN 978-602-9042-59-7

[img]
Preview
Text
Buku CAGAR BUDAYA BALI.pdf - Published Version

Download (73MB) | Preview

Abstract

Cagar budaya sebagai hasil cipta, karsa, dan karya manusia merupakan bukti peradaban umat manusia pada masa lalu. Melalui wujud peradaban tersebut akan dapat dipetik nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya guna dijadikan pedoman bagi kehidupan masyarakat dewasa ini. Mengingat pentingnya peran cagar budaya, maka tidaklah mengherankan jika cagar budaya mendapat perhatian baik oleh masyarakat internasional, nasional, dan lokal. Pengkajian terhadap cagar budaya Bali telah banyak dilakukan oleh para ahli baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri dengan karya-karya ilmiahnya, seperti Epigraphia Balica I (Callenfels, 1926), Island of Bali (Covarrubias, 4 CAGAR BUDAYA BALI 1974), Bali Atlas Kebudayaan, Ancient History of Bali (Goris, 1954; 1965), Bali Purbakala, Monumental Bali; Introduction to Balinese Archaeologi Guide to The Monumen (Kempers, 1960; 1977), Kebudayaan Bali (Bagus, 1971), Sistem -sistem Penguburan pada Akhir Masa Prasejarah di Bali (Soejono, 1977), dan Prasejarah Bali (Sutaba, 1980). Pada umumnya kajian-kajian yang telah dilakukan menyangkut beberapa inventarisasi dan deskripsi tentang cagar budaya Bali baik dari jaman prasejarah hingga masa Bali Kuna. Pembahasan kearifan lokal telah pula dilakukan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Astra (2004), Sartini (2004), Sedyawati (2010) dan Ardika (2011). Kajian-kajian yang dilakukan ini lebih mengarah kepada konsep, lingkup dan makna kearifan lokal secara umum. Selain dimensi kearifan lokal, upaya pelestarian cagar budaya lebih banyak merupakan hasil-hasil penelitian arkeologi yang telah dilakukan oleh lembaga pemerintah yang berwenang seperti BP3, dan Balar Wilayah Bali, NTB, NTT. Walaupun pengkajian tersebut mengungkap berbagai representasi cagar budaya Bali dan praktik kegiatan pelestarian, namun belum ada kajian yang menyoroti kearifan lokal yang tercermin dalam cagar budaya Bali maupun model pelestarian yang relevan untuk dilakukan di Bali. Oleh sebab itu, penelitian berjudul “Cagar Budaya Bali: Menggali Kearifan Lokal dan Model Pelestariannya” sangat penting dilakukan. Penelitian ini berupaya menginventarisasi bentuk-bentuk cagar budaya Bali yang merepresentasikan kearifan lokal, menggali jenis-jenis kearifan lokal yang terkandung dalam cagar budaya Bali, dan mengetahui upaya-upaya pelestarian cagar budaya yang telah dilakukan guna dapat merumuskan model peletarian cagar budaya yang relevan. Kajian-kajian yang sudah pernah dilakukan tentu sangat penting artinya untuk dijadikan pedoman dan penunjang kelengkapan kajian ini.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: budaya bali
Subjects: P Language and Literature > PA Classical philology
Divisions: Institution of Research and Community Service (LP2M) > English Language and Literature
Depositing User: I Putu Astina
Date Deposited: 22 Jul 2017 00:18
Last Modified: 22 Jul 2017 00:18
URI: http://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/219

Actions (login required)

View Item View Item